Apa Itu Funnel Marketing dan Kenapa Penting Untuk Bisnis Online

Di dunia bisnis online, banyak orang berpikir bahwa semakin banyak orang yang melihat produk mereka maka semakin besar peluang penjualan terjadi.

Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Banyak bisnis memiliki traffic yang besar tetapi penjualannya tetap kecil. Hal ini biasanya terjadi karena mereka tidak memiliki sistem yang jelas untuk mengubah pengunjung menjadi pembeli.

Di sinilah funnel marketing menjadi sangat penting.

Funnel marketing membantu bisnis mengarahkan calon pelanggan melalui proses yang terstruktur, mulai dari orang yang belum mengenal bisnis Anda hingga akhirnya menjadi pembeli atau istilahnya buyer list.

Dalam artikel ini Anda akan memahami apa itu funnel marketing, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa funnel marketing sangat penting untuk bisnis online dan bagaimana cara memulainya.


Apa Itu Funnel Marketing

Funnel marketing adalah sebuah proses atau sistem yang digunakan untuk mengubah orang yang belum mengenal bisnis Anda menjadi pelanggan.

Disebut “funnel” atau corong karena bentuk prosesnya mirip seperti corong.

Di bagian atas corong terdapat banyak orang yang baru mengenal bisnis Anda. Namun seiring berjalannya proses, jumlah orang yang melanjutkan ke tahap berikutnya (seleksi) akan semakin sedikit.

Pada akhirnya hanya sebagian kecil yang benar-benar membeli produk Anda dan ini menjadi hukum alam semua traffic menjadi pembeli anda.

Contoh sederhana funnel marketing seperti ini:

Traffic atau Pengunjung

Konten atau Artikel

Lead Magnet

Email List

Penawaran Produk

Pembelian

Dengan funnel marketing, proses penjualan menjadi lebih sistematis, terarah dan terstruktur. Karena funnel ini 100% dalam kendali anda.

Kenapa Disebut Funnel (Corong)

Istilah funnel digunakan karena proses pemasaran memiliki tahapan penyaringan.

Misalnya Anda memiliki 1000 pengunjung website.

Dari 1000 orang tersebut mungkin:

  • 200 orang membaca artikel Anda

  • 100 orang tertarik dengan lead magnet

  • 50 orang masuk ke email list

  • 10 orang membeli produk

Ini adalah proses yang sangat normal dalam marketing.

Funnel membantu Anda memahami bahwa tidak semua orang akan langsung membeli produk.

Karena itu diperlukan tahapan edukasi dan kepercayaan terlebih dahulu sebelum membeli produk anda.


Tahapan Funnel Marketing

Secara umum funnel marketing terdiri dari beberapa tahap dan seleksi.

Tahapan ini sering disebut juga sebagai customer journey. Dan Funnel tidak harus rumit yang seperti orang lain fikirkan.

1. Awareness (Kesadaran)

Tahap pertama adalah ketika orang mulai mengenal bisnis Anda.

Biasanya mereka menemukan bisnis Anda melalui:

  • Google

  • Media sosial (meta, Intstagram, WhatsApp, dll)

  • YouTube

  • Iklan

  • Blog

Pada tahap ini mereka belum berniat membeli.

Mereka hanya mencari informasi atau solusi atas masalah yang mereka miliki.

Contoh:

Seseorang mencari di Google:

“cara memulai bisnis online”

Kemudian mereka menemukan artikel di blog Anda.

Itulah tahap awareness.

2. Interest (Ketertarikan)

Setelah orang mengenal bisnis Anda, tahap berikutnya adalah munculnya ketertarikan.

Jika konten Anda bermanfaat, mereka mulai tertarik untuk mengetahui lebih banyak.

Pada tahap ini biasanya Anda bisa menawarkan sesuatu seperti:

Tujuannya adalah agar mereka bersedia memberikan email mereka.

Proses ini disebut lead generation.

3. Consideration (Pertimbangan)

Pada tahap ini calon pelanggan mulai mempertimbangkan solusi yang Anda tawarkan.

Mereka mulai melihat:

  • apakah produk Anda cocok untuk mereka

  • apakah Anda bisa dipercaya

  • apakah solusi Anda benar-benar membantu

Biasanya pada tahap ini komunikasi dilakukan melalui:

  • email marketing

  • konten edukasi

  • studi kasus

  • testimoni

  • Chat whatsapp

Tujuannya adalah membangun kepercayaan dan anda hadir untuk mereka.

4. Conversion (Pembelian)

Ini adalah tahap ketika calon pelanggan akhirnya memutuskan untuk membeli produk Anda.

Biasanya mereka sudah cukup percaya dengan solusi yang Anda tawarkan.

Karena itu mereka siap mengambil keputusan.

Contohnya:

  • membeli ebook

  • membeli course

  • membeli layanan

Conversion adalah tujuan utama dari funnel marketing dan kebanyakan orang keliru, harus dan ingin viral padahal tujuan utama funnel adalah convertion (konversi)

5. Loyalty (Pelanggan Setia)

Banyak bisnis berhenti setelah terjadi penjualan.

Padahal tahap setelah pembelian juga sangat penting.

Jika pelanggan puas dengan produk Anda, mereka bisa menjadi:

  • pelanggan berulang

  • merekomendasikan bisnis Anda

  • membeli produk lain

Karena itu membangun hubungan dengan pelanggan sangat penting, ini sering saya temui pada pelanggan saya. 

Bisa membeli produk bahkan lebih dari satu, ini goal ke dua dalam funnel.

Contoh Funnel Marketing Sederhana

Agar lebih mudah memahami funnel marketing, berikut contoh sederhana.

Misalnya Anda memiliki blog tentang bisnis online.

Langkah funnelnya bisa seperti ini:

Artikel Blog

Tawaran Ebook Gratis

Orang Mengisi Email

Masuk Email List

Email Edukasi

Penawaran Produk Digital

Contohnya:

Seseorang membaca artikel:

“Cara Memulai Bisnis Online”

Di dalam artikel terdapat penawaran:

Download ebook gratis memulai bisnis online.”

Jika mereka tertarik, mereka akan memasukkan email.

Setelah itu Anda bisa mengirim email edukasi dan menawarkan produk.

Itulah contoh funnel marketing yang sederhana tetapi efektif.

Kenapa Funnel Marketing Sangat Penting

Ada beberapa alasan mengapa funnel marketing sangat penting dalam bisnis online.

1. Membuat Sistem Penjualan Lebih Terarah

Tanpa funnel, proses penjualan biasanya tidak jelas.

Orang hanya membuat konten lalu berharap ada yang membeli.

Dengan funnel marketing, Anda memiliki proses yang jelas dari awal hingga penjualan, mulai dari traffic ke lead magnet, kirim email nuturing dan proses closing sampai bagaimana anda mengolah setelah closing dan repeat.

2. Membangun Kepercayaan

Sebagian besar orang tidak langsung membeli ketika pertama kali mengenal bisnis Anda.

Mereka membutuhkan waktu untuk percaya.

Funnel marketing membantu membangun kepercayaan melalui:

  • konten

  • email

  • edukasi

  • Atau group whatsapp

Ketika kepercayaan sudah terbentuk, penjualan menjadi lebih mudah.

3. Mengubah Traffic Menjadi Pelanggan

Banyak website memiliki traffic tinggi tetapi penjualannya rendah.

Hal ini biasanya terjadi karena tidak ada funnel yang jelas.

Funnel marketing membantu mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

4. Bisnis Bisa Berjalan Lebih Otomatis

Salah satu kelebihan funnel marketing adalah bisa dibuat otomatis.

Contohnya:

  • artikel blog mendatangkan traffic

  • landing page mengumpulkan email

  • autoresponder mengirim email otomatis

  • halaman sales menawarkan produk

Dengan sistem seperti ini, bisnis bisa berjalan bahkan ketika Anda tidak sedang online.

Tools Yang Digunakan Untuk Funnel Marketing

Ada beberapa tools yang biasanya digunakan untuk membuat funnel marketing.

1. Website atau Blog

Website digunakan untuk:

  • membuat artikel

  • mendatangkan traffic

  • membangun kepercayaan

Salah satu platform yang paling populer adalah WordPress. Wordpress adalah sebuah CMS untuk membuat website dengan mudah, cepat dan gratis. 

Asal punya hosting dan domain untuk menampung wordpress tersebut.


2. Landing Page

Landing page digunakan untuk menawarkan sesuatu seperti:

Tujuannya adalah mengumpulkan email calon pelanggan yang akan anda olah nuturing dalam funnel anda nantinya.

3. Email Marketing

Email marketing digunakan untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Melalui email Anda bisa:

  • memberikan edukasi

  • membangun kepercayaan

  • menawarkan produk

  • sharing

  • Atau saling bertukar fikiran

Email list adalah salah satu aset paling berharga dalam bisnis online, tapi dalam email marketing Anda harus sebagai leader.

Agar audience terus mengikuti anda, dan akan mengerutkan dahi "Bener juga kata dia di email ya", jadi anda memposisikan menjadi mentor.

Jangan asal nulis email karena akan merusak list anda yang sedang anda bangun. 

Dan tentunya menulis email harus dengan gaya anda, niche bisnis anda juga. Contoh anda niche di bisnis online, dan tiba-tiba anda menulis tentang olah raga maka ini bisa merusak list anda nantinya.

4. Sales Page

Sales page adalah halaman yang digunakan untuk menjelaskan produk secara detail.

Biasanya berisi:

  • masalah pelanggan

  • solusi

  • manfaat produk

  • testimoni

  • call to action

Tujuannya adalah mendorong orang untuk membeli, mendorong dan memberikan penjelasan tentang apa yang anda tawarkan atau solusi dari market.

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Funnel Marketing

Banyak pemula mencoba membuat funnel tetapi melakukan beberapa kesalahan.

Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan funnel marketing.

1. Langsung Jualan Tanpa Edukasi

Banyak orang langsung menawarkan produk tanpa membangun kepercayaan terlebih dahulu.

Padahal kebanyakan orang membutuhkan edukasi sebelum membeli, edukasi ini pun engga meski berbulan-bulan ini menjadikan list anda jemu dan bosan.

Edukasi bisa 1 sd 3 hari baik dalam email atau dari email arahkan ke video penjelasan singkat bisa disebut VSL (Video Sales Letter)

2. Tidak Mengumpulkan Email

Jika Anda tidak mengumpulkan email, Anda kehilangan kesempatan untuk berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Padahal email adalah salah satu channel marketing paling efektif.

Contoh begini, anda posting di sosmed. Ada yang tertarik dan ada yang tidak, yang tertarik jadi beli dan yang tidak akan lost begitu saja tanpa mendapatkan minimal email mereka.

Dan...

akhirnya anda memulai setiap harinya seperti dari nol.

Coba anda mengumpulkan email, sekarang memang masih 0 subcribe list, tapi tiap hari minimal 3 orang subcribe x 365 (1 tahun) = 1.095 list

bayangkan 1 tahun kedepan anda punya list sebesar itu dan anda tidak dari nol untuk menawarkan produk (offer) anda ke orang baru tapi ke 1.095 orang yang sudah anda kumpulkan.

3. Tidak Konsisten Membuat Konten

Konten adalah sumber utama traffic dalam funnel marketing.

Jika Anda tidak konsisten membuat konten, funnel akan sulit berkembang.

Tips Membuat Funnel Marketing Untuk Pemula

Jika Anda baru memulai bisnis online, Anda tidak perlu membuat funnel yang rumit.

Mulailah dari funnel yang sederhana.

Contoh funnel sederhana:

Artikel Blog

Lead Magnet

Email List

Penawaran Produk

Funnel sederhana seperti ini sudah cukup untuk memulai.

Seiring berkembangnya bisnis, Anda bisa membuat funnel yang lebih kompleks.

Anda bisa mempelajar funnel bekerja maksimal dan sudah saya praktekan 2 tahun terakhir > klik detail disini


Kesimpulan

Funnel marketing adalah sistem yang digunakan untuk mengubah orang yang belum mengenal bisnis Anda menjadi pelanggan.

Funnel membantu bisnis online memiliki proses pemasaran yang lebih terarah dan efektif.

Tahapan funnel biasanya meliputi:

  1. Awareness

  2. Interest

  3. Consideration

  4. Conversion

  5. Loyalty

Dengan funnel marketing, Anda bisa:

  • membangun kepercayaan dengan calon pelanggan

  • mengubah traffic menjadi penjualan

  • membuat sistem bisnis yang lebih otomatis

Karena itu funnel marketing menjadi salah satu strategi yang sangat penting dalam bisnis online.

Jika Anda ingin membangun bisnis online yang stabil dan berkembang, memahami funnel marketing adalah langkah yang sangat penting.

FAQ Tentang Funnel Marketing

Apakah Funnel Marketing Cocok Untuk Pemula?

Ya, funnel marketing sangat cocok untuk pemula karena membantu membuat sistem pemasaran yang jelas.

Bahkan funnel sederhana sudah cukup untuk memulai.

Apakah Funnel Marketing Harus Rumit?

Tidak.

Funnel bisa dimulai dari sistem yang sangat sederhana seperti:

artikel → email list → penawaran produk.

Berapa Lama Funnel Marketing Bisa Menghasilkan Penjualan?

Tergantung traffic dan kualitas funnel.

Namun jika dilakukan dengan konsisten, funnel bisa mulai menghasilkan penjualan dalam beberapa minggu atau bulan.


Jika artikel ini bermanfaat , anda bisa share minimal ke 3 teman anda. Link share ada dibawah ini