pixel

Cara Closing Jualan di WhatsApp untuk Pemula (Tanpa Terlihat Maksa)

 



Cara Closing Jualan di WhatsApp untuk Pemula (Tanpa Terlihat Maksa)

Hai kembali lagi bersama saya Eko Julianto arif, artikel ini membahas tentang closing jualan di WhatsApp. 

Anda baca pelan-pelan dan resapi bagaimana menghasilkan income hanya dengan Whatsapp.

Apakah Anda sudah sering chat calon pembeli di WhatsApp… tapi ujungnya cuma “nanti ya” atau “saya pikir-pikir dulu”?

Tenang.

Masalahnya bukan di harga.

Bukan juga di produknya.

Biasanya masalahnya ada di cara closing.

Di artikel ini Anda akan belajar:

  • Kenapa banyak orang gagal closing di WhatsApp

  • Struktur chat yang membuat orang nyaman membeli

  • Contoh script closing sederhana

  • Kesalahan fatal yang harus dihindari


Kenapa Banyak Orang Gagal Closing di WhatsApp?

Karena mereka terlalu cepat jualan.

Contoh yang sering terjadi:

❌ “Kak, ini produknya bagus banget, mau pesan sekarang?”

Padahal calon pembeli belum yakin.

Ingat:

Orang beli bukan karena dipaksa.
Orang beli karena merasa dipahami.
Orang beli karena percaya kepada Anda.


Prinsip Dasar Closing di WhatsApp

Sebelum masuk script, pahami dulu ini prinsip dasarnya :

  1. Bangun hubungan dulu

  2. Gali kebutuhan

  3. Tawarkan solusi

  4. Tutup dengan pertanyaan asumsi

Jangan dibalik dan ini penting bukan sekedar closing saja.

Struktur Closing WhatsApp yang Simpel

Gunakan pola ini dalam menggunakan WA sebagai sarana untuk anda closing:

Opening → Tanya Masalah → Edukasi → Solusi → Closing

Mari kita breakdown.


1️⃣ Opening yang Natural

Jangan langsung jualan.

Contoh:

“Halo Kak, terima kasih sudah tertarik. Saat ini lagi fokus jualan produk apa ya?”

Atau:

“Boleh tahu kendala terbesar Kak saat ini di bisnisnya apa?”

Tujuannya: membuat calon pembeli cerita.

Ingat di WhatsApp ada kalimat salam yang jika ada yang chat pertama kali anda bisa kirim pesan secara otomatis. 

Gunakan ini sebagai andalan jualan anda. Dan 70% isi database list email karena hal ini sering terlupakan dalam menggunakan whatsapp bisnis sebagai sarana penjualan.

2️⃣ Gali Masalah

Semakin detail masalahnya, semakin mudah closing.

Contoh:

“Biasanya kesulitan di bagian traffic atau closingnya?”

“Sudah pernah coba iklan sebelumnya?”

Biarkan mereka menjelaskan sendiri masalahnya.


3️⃣ Edukasi Singkat

Setelah tahu masalahnya, baru beri insight.

Contoh:

“Kalau dari pengalaman saya, banyak yang kesulitan bukan di traffic, tapi di follow up yang kurang rapi.”

Jangan terlalu panjang.

Fokus pada solusi yang relevan dan singkat jangan bertele-tele juga karena bakal kehilangan momentum closing anda.


4️⃣ Tawarkan Solusi

Baru masuk produk Anda.

Contoh:

“Di program ini, kita fokus bikin script follow up yang sudah terstruktur, jadi tidak perlu bingung lagi harus balas apa.”

Sekarang produk terasa sebagai solusi, bukan promosi.

Jika perlu taruh lead magnet agar tidak hanya mendapatkan data no whatsapp, anda mendapatkan data email dari calon pelanggan terbsebut. contoh lead magnet > klik disini


5️⃣ Closing Halus

Gunakan pertanyaan asumsi.

Contoh:

“Kak mau mulai dari paket basic dulu atau langsung yang lengkap?”

Atau:

“Kita jadwalkan mulai minggu ini ya?”

Jangan pakai:

“Mau beli atau tidak?”

Itu membuat orang defensif.


Contoh Script Closing WhatsApp untuk Produk Digital

Misalnya Anda jual ebook Rp97.000.

Struktur sederhana:

  1. Tanyakan kebutuhan

  2. Berikan insight singkat

  3. Tawarkan solusi

  4. Berikan call to action jelas

Contoh:

“Kalau Kak mau, saya kirim detail materinya ya. Setelah transfer, langsung dapat akses PDF dan bonus template.”

atau bisa seperti ini.

"Kak jika serius silahkan Transfer senilai Rp 97.000,-
ke rekening
BCA 123456789
an Susanto"

Simpel.
Tidak bertele-tele.

Dan 50% jika anda langsung kirim rekening ada jenis calon customer impulsif, orang seperti ini biasanya langsung transfer tanpa menunggu. (ini pengalaman pribadi) 


Kesalahan Fatal Saat Closing di WhatsApp

  • Terlalu panjang menjelaskan

  • Copy paste tanpa personalisasi

  • Terlihat memaksa

  • Tidak follow up

  • Follow up minimal 3 hari maksimal 7 hari

  • Takut menyebut harga

  • Jangan takut memberikan No rekening anda

Ingat:

Closing adalah membantu orang mengambil keputusan.

Bukan memaksa mereka.


Teknik Follow Up yang Benar

Banyak sales gagal karena tidak follow up.

Gunakan pola:

Hari 1 → Edukasi
Hari 2 → Testimoni
Hari 3 → Reminder + bonus

Jangan spam.

Cukup 1–2 chat berkualitas.

Studi Kasus Sederhana

Misalnya:

20 orang masuk WhatsApp per hari
50% respon aktif → 10 orang
Closing rate 20% → 2 sales

Kalau produk Rp100.000
= Rp200.000 per hari
= ±6 juta per bulan

Itu dari satu produk kecil.

Sekarang bayangkan jika:

  • Traffic naik

  • Script makin bagus

  • Trust makin kuat

Closing di WhatsApp bukan soal bakat.

Tapi soal struktur dan latihan.

Kalau Anda sudah punya funnel dan produk digital,
WhatsApp adalah mesin closingnya.

Tanpa closing yang benar, traffic hanya jadi angka.

Bangun sistem.
Bangun script.
Bangun kepercayaan.

Kalau Anda ingin contoh template script closing WhatsApp yang bisa langsung dipakai,
Anda bisa gabung ke komunitas dan dapatkan template gratisnya.


Baca artikel ini bagaimana saya closing real dari WhatsApp > https://ekojuliantoarif.blogspot.com/2026/01/studi-kasus-meta-ads-budget-50-ribu-per.html


Posting Komentar

0 Komentar