pixel

7 Kesalahan Fatal Dalam Email Marketing yang Membuat Penjualan Tidak Pernah Naik

 


7 Kesalahan Fatal Dalam Email Marketing yang Membuat Penjualan Tidak Pernah Naik

Email marketing hingga hari ini masih menjadi salah satu strategi pemasaran digital yang paling efektif.

Bahkan banyak pebisnis digital yang menghasilkan penjualan setiap hari melalui email.

Namun sayangnya...

Masih banyak pemula yang menganggap email marketing hanyalah sekadar mengirim email promosi.

Akibatnya, email mereka jarang dibuka, tidak mendapatkan klik, bahkan banyak yang berakhir di folder spam.

Lalu, apa saja kesalahan yang paling sering dilakukan?

Mari kita bahas satu per satu.


1. Hanya Mengirim Email Saat Ingin Jualan

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi.

Banyak orang hanya mengirim email ketika ingin menawarkan produk.

Akibatnya, subscriber merasa bahwa setiap email hanya berisi promosi.

Padahal email marketing seharusnya digunakan untuk membangun hubungan.

Cobalah isi email Anda dengan:

  • Tips bermanfaat.

  • Pengalaman pribadi.

  • Studi kasus.

  • Motivasi.

  • Edukasi.

Gunakan perbandingan sederhana:

80% memberikan manfaat.

20% menawarkan produk.

Dengan cara ini, subscriber akan lebih senang membuka email Anda.


2. Tidak Membangun Hubungan Dengan Subscriber

Banyak orang lupa bahwa subscriber adalah manusia.

Mereka bukan sekadar angka di database.

Bangun hubungan dengan cara:

  • Menyapa secara personal.

  • Menceritakan pengalaman.

  • Memberikan solusi.

  • Menjawab masalah yang mereka hadapi.

Semakin dekat hubungan Anda dengan subscriber, semakin besar kemungkinan mereka membeli ketika Anda menawarkan sesuatu.


3. Tidak Konsisten Mengirim Email

Ada yang mengirim email setiap hari selama seminggu.

Lalu menghilang selama dua bulan.

Kemudian tiba-tiba muncul lagi membawa promosi.

Subscriber akan mudah lupa.

Karena itu, buat jadwal yang konsisten.

Misalnya:

  • 2 kali seminggu.

  • 3 kali seminggu.

  • Atau setiap hari jika memang kontennya bermanfaat.

Konsistensi membantu menjaga hubungan dengan audiens.


4. Subject Email Kurang Menarik

Subject email adalah pintu pertama.

Jika subject tidak menarik, maka isi email yang bagus pun tidak akan dibaca.

Contoh subject yang kurang menarik:

Promo Hari Ini

Bandingkan dengan:

Kesalahan yang Membuat Saya Kehilangan Banyak Pelanggan

Atau:

Dulu Saya Mengira Traffic Adalah Segalanya

Subject yang membangkitkan rasa penasaran biasanya memiliki peluang lebih besar untuk dibuka.


5. Tidak Melakukan Segmentasi Subscriber

Semua subscriber tidak memiliki kebutuhan yang sama.

Ada yang baru bergabung.

Ada yang sudah lama mengikuti Anda.

Ada yang sudah membeli.

Ada yang belum pernah membeli.

Mengirim email yang sama kepada semua orang sering kali menurunkan keterlibatan.

Dengan melakukan segmentasi, Anda bisa mengirim email yang lebih relevan sehingga peluang dibaca dan diklik menjadi lebih tinggi.


6. Tidak Pernah Melihat Data Email

Email marketing bukan sekadar mengirim email.

Anda juga harus membaca datanya.

Perhatikan beberapa metrik berikut:

  • Open Rate.

  • Click Rate.

  • Bounce Rate.

  • Unsubscribe.

  • Reply.

Data tersebut akan membantu Anda mengetahui apakah strategi yang digunakan sudah efektif atau perlu diperbaiki.


7. Tidak Memiliki Sistem Follow Up Otomatis

Banyak orang hanya mengirim satu email.

Setelah itu selesai.

Padahal sebagian besar orang tidak langsung membeli.

Mereka membutuhkan waktu.

Karena itu, gunakan autoresponder atau email automation.

Contohnya:

Hari pertama:

Selamat datang.

Hari kedua:

Berikan tips.

Hari ketiga:

Bagikan pengalaman.

Hari keempat:

Studi kasus.

Hari kelima:

Baru tawarkan produk.

Sistem seperti ini membuat email marketing bekerja bahkan ketika Anda sedang tidur. Otomasi email berbasis perilaku dan alur kerja terbukti membantu meningkatkan keterlibatan dan efisiensi dibanding pengiriman manual satu per satu.


Email Marketing Adalah Tentang Hubungan

Jangan menganggap email hanya sebagai alat jualan.

Anggap email sebagai cara untuk terus berkomunikasi dengan calon pelanggan.

Semakin sering Anda memberikan manfaat, semakin besar kepercayaan yang terbentuk.

Dan ketika kepercayaan sudah ada...

Menawarkan produk akan terasa jauh lebih mudah.


Bonus Video Gratis: Pelajari Sistem VSL Email

Jika Anda ingin belajar bagaimana membangun sistem email marketing yang tidak hanya mengirim email, tetapi juga membantu menghasilkan penjualan secara otomatis, saya telah menyiapkan video pembelajaran gratis.

🎁 Silakan tonton di sini:

👉 https://yukbisnisdigital.my.id/vsl-email/

Di dalam video tersebut Anda akan mempelajari bagaimana menggabungkan Email Marketing, Video Sales Letter (VSL), dan Follow Up Otomatis menjadi sebuah sistem pemasaran yang bekerja selama 24 jam.


Kesimpulan

Email marketing bukan sekadar mengirim email.

Email marketing adalah tentang membangun hubungan, memberikan manfaat, dan menjaga komunikasi dengan calon pelanggan.

Hindari tujuh kesalahan di atas.

Mulailah membangun sistem email yang konsisten.

Karena pada akhirnya:

Traffic mendatangkan pengunjung, tetapi email marketing yang dikelola dengan baik dapat mengubah pengunjung menjadi pelanggan setia.


Posting Komentar

0 Komentar